5 Produk Google dengan Nama Tercupu

3. Google+

Google Plus? atau Google Tambah? Apa yang ingin disampaikan oleh Google untuk bisa mempopulerkan media sosial miliknya ini? Apakah mereka akan berharap dengan memberikan simbol dengan “+” dapat memberikan kesan kalau situs jejaring sosial mereka dapat tampil lebih kaya daripada dengan Facebook, Twitter, ataupun Path? Sayangnya tidak kan.

Nama tersebut sebenarnya cukuplah bagus, simple untuk disematkan di tombol share yang terdapat di beragam situs, serta dapat di kenali dengan cepat oleh mata pengguna internet. Tapi semua itu terlambat, kepopuleran dari situs Facebook dan simpelnya penggunaan dari aplikasi Path dan Twitter berhasil mengubur dalam-dalam angan-angan dari Google Plus. Memang sih ketika awal kemunculannya, Google Plus banyak sekali dikerubungi orang, namun sekarang terlupakan dan sulit untuk di gunakan lewat perangkat mobile.

4. Google Play

Siapa yang tidak kenal dengan layanan populer satu ini? Ya, Google Play adalah tempat yang tepat jika anda ingin mendapatkan banyak aplikasi dan updatetan terbaru. Seiring dengan berjalannya waktu, di Google Play Store juga tersedia section yang dapat anda manfaatkan untuk membeli buku ataupun film. Bermanfaat sekali ya?

Namun ada 1 aplikasi yang berhasil merusak sentimen positif dari khalayak masyarakat mengenai Google Play, yakni Google Play Service. Aplikasi ini adalah salah satu produk Google yang mendapatkan rate bintang kecil dari berbagai pengguna Android. Ia akan mendownload dirinya secara otomatis saat anda membeli smartphone baru, dan ia pun tidak akan tampil di mana-mana kecuali di layar belakang. Ada banyak sekali orang yang kecewa dengan aplikasi ini sebab fungsinya yang tak terlihat dan dinilai hanya membuat baterai menjadi lebih boros.

You may also like...